Postingan

Contoh Cerpen Remaja

Gambar
Saat ini genre cerita pendek atau lebih sering disebut cerpen sudah sangatlah banyak, salah satunya cerpen remaja yang populer. Semua itu karena cerpen ini memiliki cerita yang ringan namun tetap seru dan asik untuk dibaca. Sehingga banyak kalangan mulai dari muda hingga tua dapat menikmati cerita ini. Tentu saja hal itu karena cerpen dengan genre remaja sudah memiliki banyak variasi yang dapat dipilih, sehingga tidak akan menimbulkan kebosanan. Justru pembaca akan merasakan terbawa oleh alur cerita yang remaja banget. Hal itulah yang membuat cerpen seperti ini banyak di cari. Berikut cerita remaja yang dapat dijadikan referensi membaca: 1. Cerpen Remaja Romantis Saat ini kisah romantis memang memiliki cukup banyak peminatnya, semua itu karena kisah cintanya yang akan membuat pembaca berasa terbawa dalam keromantisan. Berikut cerpen remaja romantis yang dapat jadi referensi membaca: Plester Cinta Bola basket sedang memantul kesana-kemari mengikuti arahan tangan rem

Nyata Uler Itu Jenius (Part 1)

Ammeeeetttttt!!!” suara kicauan melengking emak memecah pagi yang sudah terik. Sepersekian detik kemudian disambung dengan dentuman tangan emak menggedor pintu “Dak dak dak dak.. Ameett!!! Bangun met! AMMEETTT!!!” lagi lagi simponi teriakan emak merusak tidur indah gua. “iya mak.. iyaah” dengan supermalas gua menyongsong jiwa untuk bangkit dan dengan gontai meraih gagang kunci lalu membukanya. Tiba tiba… Byur!!! Seketika air dingin membahasi jasmani gua dan memaksa roh roh gua berkumpul dengan terbirit birit. “Amet!! Elu sekolah kaga? Noh udah jam 7 belum bangun, belum mandi, elu mau emak mandiin disini?” murka emak dengan wajah baby face ala malaikat maut. Serem dong? Enggak. Jangan panik jangan resah dan jangan bimbang, ini bukan pertama kalinya gua kena gebyur air sama emak, gua udah kebal. Sekebal silet. Gua melangkah dengan aduhai keluar dari rumah. Melambai pada sesosok lelaki tak tampan, tak tangguh, bersama sepeda onta dan berdasi abu abu. Dia adalah tetangga gua, orang p

Pergilah! Aku mulai mencintaimu (Beginning)

Gambar
Kala itu, rintik hujan mulai turun lebat. Ku kenakan jas hujan dan ku kencangkan tali pengikat pada tas ku berharap tidak basah dan merusak isi didalamnya. Hujan, nikmat tuhan yang begitu luar biasa, namun banyak yang tidak merasakannya bahkan menghujat kehadirannya. Padahal hujanlah yang membuat tanaman subur dan akhirnya bisa kamu makan. Hujanlah yang membuat hewan-hewan itu segar dan akhirnya bisa sampai di hadapanmu untuk disantap berbumbukan sambal terasi, hmm.. Masya Allah. Semua itu terjadi atas kehendak Allah S.W.T. Dengan jas hujan biru gelap yang menyelimuti sekujur tubuhku, aku langkahkan kaki ini menuju kampus tercinta. Ah berlebihan, tapi tidak. Kampus itu memang menjadi kampus impiannku, bahkan sejak aku masih berada di bangku sekolah dasar. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, seorang anak yang punya mimpi dan perencanaan, eh bukan perencanaan, tapi khayalah atas masa depanku sejak kecil hehe. Terlahir dengan harapan yang cukup besar dibalik arti

Pergilah! Aku mulai mencintaimu (Ending)

Aku, wanita 19 tahun dengan tinggi 158 cm dan berat 50kg. Seakan-akan tak menjadikanku sosok yang begitu istimewa dihadapan orang. Aku, normal. Ya, normal. Aku wanita muslim yang mencoba menjadi muslimah sejati. Kata orang, hijabin dulu hatinya, baru hijabin luarnya. Mustahil! Manusia sumbernya nafsu, seiring berjalannya waktu, cobaan akan semakin banyak dan terus bertambah. Kalau sudah punya niat baik, laksanakan! Karena sebaik-baiknya waktu untuk berbuat baik adalah saat ini (H. R Muslim). Aku punya segudang niat yang sangat baik untuk berhijrah. Yaaa, memang belum sepenuhnya aku tanamkan dan lakukan dalam kehidupanku. Aku sedang mencoba memperbaiki satu demi satu, karena kata mentiku, nikmatilah prosesnya. Proses yang akan membuatmu semakin dekat dengan Allah. Sedikit sedikit aku mencoba menjadi kalem, tidak banyak omong, tidak wasted, menjaga ucapan dan segenap hal yang mungkin dapat melukai perasaan orang lain karna candaanku. Ah, bersyukur sekali diterim