Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Pergilah! Aku mulai mencintaimu (Beginning)

Gambar
Kala itu, rintik hujan mulai turun lebat. Ku kenakan jas hujan dan ku kencangkan tali pengikat pada tas ku berharap tidak basah dan merusak isi didalamnya. Hujan, nikmat tuhan yang begitu luar biasa, namun banyak yang tidak merasakannya bahkan menghujat kehadirannya. Padahal hujanlah yang membuat tanaman subur dan akhirnya bisa kamu makan. Hujanlah yang membuat hewan-hewan itu segar dan akhirnya bisa sampai di hadapanmu untuk disantap berbumbukan sambal terasi, hmm.. Masya Allah. Semua itu terjadi atas kehendak Allah S.W.T. Dengan jas hujan biru gelap yang menyelimuti sekujur tubuhku, aku langkahkan kaki ini menuju kampus tercinta. Ah berlebihan, tapi tidak. Kampus itu memang menjadi kampus impiannku, bahkan sejak aku masih berada di bangku sekolah dasar. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, seorang anak yang punya mimpi dan perencanaan, eh bukan perencanaan, tapi khayalah atas masa depanku sejak kecil hehe. Terlahir dengan harapan yang cukup besar dibalik arti

Pergilah! Aku mulai mencintaimu (Ending)

Aku, wanita 19 tahun dengan tinggi 158 cm dan berat 50kg. Seakan-akan tak menjadikanku sosok yang begitu istimewa dihadapan orang. Aku, normal. Ya, normal. Aku wanita muslim yang mencoba menjadi muslimah sejati. Kata orang, hijabin dulu hatinya, baru hijabin luarnya. Mustahil! Manusia sumbernya nafsu, seiring berjalannya waktu, cobaan akan semakin banyak dan terus bertambah. Kalau sudah punya niat baik, laksanakan! Karena sebaik-baiknya waktu untuk berbuat baik adalah saat ini (H. R Muslim). Aku punya segudang niat yang sangat baik untuk berhijrah. Yaaa, memang belum sepenuhnya aku tanamkan dan lakukan dalam kehidupanku. Aku sedang mencoba memperbaiki satu demi satu, karena kata mentiku, nikmatilah prosesnya. Proses yang akan membuatmu semakin dekat dengan Allah. Sedikit sedikit aku mencoba menjadi kalem, tidak banyak omong, tidak wasted, menjaga ucapan dan segenap hal yang mungkin dapat melukai perasaan orang lain karna candaanku. Ah, bersyukur sekali diterim